Wednesday, April 28, 2010

Berbagi Cerita tentang Kunci

Saya berjalan menyusuri lika-liku kehidupan dan sampailah saya didepan sebuah pintu. Pintu itu rapuh, namun sangat menarik perhatian saya untuk mendekat. Perlahan tapi pasti, saya dekati pintu itu. Tampilan pintunya yang rapuh itu memang gangguan terberat untuk saya, tapi saya penasaran. Ingin mendekat dan terus melihat dari dekat.

Saya duduk didepan pintu itu. Setiap hari. Tak saya temukan sedikitpun petunjuk apa-pun dari pintu itu. Tidak sama sekali.

Suatu hari, saya letih dan titik jenuh saya sudah mencapai puncaknya. Saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan, namun hari itu, si pemilik pintu menampakan diri dan kami mulai mengenal. Banyak bercerita dan berceloteh. Banyak tertawa dan menangis. Banyak berharap dan mengeluh. Kami menjadi dekat.

*

Kami berbagi rahasia. Banyak bercerita dan berceloteh. Banyak tertawa dan menangis. Banyak berharap dan mengeluh. Kami semakin dekat. 
Si pemilik pintu memberikan sebuah kunci karena rupanya ia menyadari ketertarikan saya yang besar akan pintu yang rapuh dan rupawan itu. Ia berkata bahwa saya akan bisa memegang kunci, namun ia tidak berkata kapan saya harus membuka pintu itu.

Setelah si pemilik pintu memberikan kunci, ia pergi dan tak pernah menampakan diri lagi.

Satu, dua, tiga, dan empat hari saya lalui. Namun tetap, si pemilik kunci tidak pernah menampakan diri.
Lima, enam, tujuh, delapan, dan sembilan hari saya lalui, sampai kapan saya harus menunggu sampai si pemilik kunci kembali?
Hari ke sepuluh, saya berkeliling disekitar pintu itu untuk mencari celah di pintu, namun tak sedikit pun terlihat.
Sebelas, duabelas, tigabelas, empatbelas, limabelas, enambelas, tujuhbelas, delapanbelas....saya letih menghitung. Ia tetap belum kembali.

Saya letih. Saya berdiri selama delapanbelas hari. Mencari celah dan sedikit mengintip apa yang ada dibalik pintu, namun itu tertutup. Besar sekali keinginan untuk mencoba membuka pintu. Tapi yang saya rasa hanyalah kebohongan. Saya mencoba kunci pemberiaan si pemilik namun kunci itu tidak bisa dan tidak cocok untuk pintu ini.



Bohong. Dari awal ia memang tidak mau memberitahu apa yang ada dibalik pintu tersebut. Ia hanya memberikan kunci. Kunci yang bahkan tidak cocok dengan pintu tersebut. Buat apa dari awal ia memberi kunci ini.

Saya ingin sekali membuang kunci ini dan melanjutkan perjalanan saya. Bisa kalian bayangkan, delapanbelas hari saya hanya membuang-buang waktu. Saya ingin sekali membuang kunci ini, tapi tidak bisa, saya merasa berkewajiban mengembalikannya langsung kepada si pemilik. 

Sampai sekarang saya masih menggenggam kunci ini erat-erat sebelum bisa untuk melepaskannya.
Saya tahu, sangat letih memang, berdiri dan tertatih didepan pintu rumah yang bahkan saya pun tidak tahu akan ia bukankan atau tidak.
Yang saya tahu, saya diberi kesempatan ini dan kalau mereka bisa, kenapa saya tidak?

P.S:
Analogi ini memang absurd. Jangan dilanjutkan membaca

LOVE
OOX

Sunday, April 25, 2010

Berbagi Sedikit Cerita..

Seminggu yang lalu saat belajar nyetir amatiran di jalan tol Sentul, gw fokus banget ngeliatin jalan raya di depan gw tanpa nengok ke kaca spion. Papa bilang "liat kaca spion juga, sekali-kali" Oke, merasa sangat amatiran, gw langsung memperhatikan kaca spion kanan-kiri dan jarang menengok ke depan.
Mungkin awalnya papa sama adik gw ga sadar kalo merhatiin kaca spion terus, sampai didepan gw ada Honda CRV baru dan jarak antara mobil gw sama CRV itu deket banget. Banget.

Terjadilah percakapan singkat antara papa dan gw:
P: Papa, L: Lia (ade gw), dan G: Gw

L: itu depan lo CRV, hati-hati nabrak. gw masih mau kuliah dulu, (berbicara seolah-olah nyawanya terancam disupirin sama gw -__-)
P: kamu liat apa dibelakang? kok liat spion terus? udah fokus ke jalan yang didepan kamu aja (nahan emosi)
G: Tapi pa, tadi papa bilang liatin spion juga. Nah aku juga liat spion, jadi ga fokus sama jalan yang depannya (ngedumel megang-megang kaki gw yang kesemutan. btw, kenapa gw tiap nyetir pasti kesemutan yah? -__-)
P: Loh, kan papa bilang sekali-kali liat kaca spion, bukan selalu (megang jidat). kamu harus fokus sama jalan raya yang ada didepan kamu, dibanding apa yang ada dibelakang. jadiin kaca spion cuma untuk liat sekali-kali. bayangin kalo kamu fokus sama apa yang ada dibelakang? apa yang terjadi?
G: Ga fokus sama apa yang ada didepan..
P: Nah itu tau, 
G: .......... (mikir suatu teori)

***
Dari percakapan sama papa minggu lalu, munculah sebuah teori bahwa kenangan itu sama aja kayak kaca spion. 

Kenangan udah berlalu, jangan terlalu fokus sama kenangan, fokuslah sama apa yang ada sekarang (kaca depan atau jalan yang didepan). Kenangan boleh dilihat sekali-kali, asal jangan terlalu sering karena kenangan bisa merusak apa yang ada didepan. Jadikan kenangan sebuah panutan supaya kita ngga mengulangi kesalahan yang sama.

P.S:
Saya sudah dewasa sekarang. Kamu hanya kaca spion..

XXXOOO

Thursday, April 22, 2010

Catatan Kecil untuk Logika

Logika,
Saya sengaja menulis catatan kecil ini agar kamu kembali ke pikiran saya dan menggeser posisi perasaan untuk sementara. Saya harap kamu mengerti

Logika, 
Berhari-hari (atau tanpa saya sadari mungkin sudah memasuki 3 minggu lebih) saya menunggu kamu untuk pulang. Saya mencoba menulis. Siapa tahu kamu mampir dan tanpa sengaja membaca blog ini. Saya mohon cepat kembali. Saya membutuhkan kamu.

Logika,
Beberapa hari kemarin banyak kejadian penting dan saya berbagi dengan orang-orang. Saya butuh kamu, Logika. Saya bisa menyimpan ini semua (sampai kapan pun jika kamu kembali). Saya bisa. Dengan adanya kamu, saya bisa berpura-pura tidak terjadi apapun.

Logika,
Saya menantikan jawaban-jawaban bijak darimu. "Ah, biarkan saja toh dia belum berarti apa-apa" "Semua akan baik-baik saja jika masing-masing pihak berjalan di sisi jalan yang bersebrangan" "Dia bukan satu-satunya magnet di bumi ini" Ah, saya merindukan kehadiran kamu, Logika.

Logika,
Apakah kamu pernah mendengar tentang keseimbangan? Hitam dan putih. Dosa dan pahala. Baik dan buruk. Saya butuh keseimbangan kamu. Perasaan tak mampu membantu, ia hanya bisa membuntukan, menangis, dan meraung-raung untuk pertolongan, sedangkan saya membutuhkan solusi bukan penyesalan.

Logika,
Banyak pelajaran penting yang selalu kamu tinggalkan untuk saya. Agar saya lebih dewasa, mengerti dalam memahami hidup. Bukan kisah cinta, kita semua sudah tau, Perasaan yanglebih expert dalam kisah cinta. 

Logika,
Setelah membaca ini, saya harap kamu kembali. Saya tidak bisa memaksa Perasaan untuk pergi. Bantu saya.

P.S:
siapapun yang melihat Logika saya, tolong hubungi

XXX

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..
(Sapardi Djoko Damono)




Sunday, April 18, 2010

Mari Berkontemplasi


Sepertinya ada yang harus saya tegaskan kepada, Anda.

Saya minta bersikaplah sopan karena saya juga belum mengenal Anda dengan baik. Bagaimana bisa Anda secara tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam mimpi saya? menurut saya itu tidak sopan. 
Saya tidak keberatan beberapa kali anda singgah dipikiran saya, tetapi untuk menyelinap masuk ke mimpi saya? Saya rasa tidak logis.
Saya mencari alasan logis, walaupun perasaan saya akan menemukan alasan tidak logis.

Apakah JATUH cinta merupakan alasan logis?


P.S:
Dimana kamu berada wahai Logika?

Saturday, April 17, 2010

Happy Birthday, Dad!


Saengil Chukkaeyoo, appa :D



(kuenya spesial pake ucapan bahasa korea loh, pa)

P.S:
Thank you for this day, Dad. Wish you all the best dan semoga papa tambah sayang sama aku, abang, sama lia. 

big LOVE
XXXXOOOO

Friday, April 16, 2010

Demam Bule..

Demam bule sudah menyebar di kalangan anak-anak Inggris 2009 sepertinya. Banyak orang yang mau dapet jodoh bule, penggiat utamanya adalah Natasha. Dari frostwire dia kenalan sama bule-gaul-hunky diseberang khatulistiwa sana. Namanya? Jangan untuk menjaga nama baik si bule, panggil saja dia Hunky

Dan fenomena ini gw alami kemarin. Pas ngobrol sambil makan bareng Grace, she told me that she has friend in USA berkat bantuan Omegle. Ya, jejaring sosial untuk chatting kenalan sama bule. Gw cuma tertarik sama orang Asia, atau untuk lebih spesifiknya, Korea, menurut saya mereka lucu dan unik. Terutama gw suka orang Korea yang berwajah seperti Siwon Oppa. Oke, cukup curcolnya.

Berlanjut ke cerita,
Karena cerita Grace yang menggebu-gebu, timbulah hasrat gw untuk coba-coba chat di Omegle.
1. Pertama chat, gw di chat sama orang US dan dia ga sopan (ngertilah maksud gw, tiga huruf dan berawalan dengan huruf S**) Sangat tidak sopan kawan. Gw chat begini untuk memperluas kehidupan sosial dan bukan untuk yang aneh-aneh.
2. Orang kedua yang gw chat, Canadian Boy, 19. Sayangnya setelah ngobrol banyak malahan gw ngga tertarik.
3. Orang ketiga yang gw chat, American Boy, 21. Dia dengan lancarnya mendeskripsikan ASL-nya tanpa gw minta, dan dengan sukses gw disconnect. Kenapa? Alasannya terlalu jahat. Kata Natasha mungkin saya kena karma
4. Orang yang keempat yang gw chat, Irish Boy, 20. Gw tertarik sama yang cowo yang ini, seru aja dari Ireland. Setelah gw sebutin ASL gw, dia langsung disconnect. Grrrrr, mungkin dia ga suka sama orang Asia.
5. Orang yang terakhir gw chat, The British Boy, 20. Awalnya biasa aja, tapi lama-lama seru juga ngobrol sama yang satu ini. Awalnya sih seru banget walaupun dia tipikal pendiem dan gw tipikal yang rame (ga dimana-mana, ga sadar tempat, -___-')

Nah..
Setelah obrolan berlangsung panjang, dia minta MSN gw dan gw pun ngasih MSN gw. Kita pindah ke msn buat ngobrol. Entah kenapa pembicaraan langsung menuju kearah pacar. Jujur buat beberapa orang ditanya masalah pacar agak sensitif (untungnya gw ngga). Gw bilang aja, "no, i don't have a boyfriend" dan dia malah nanya-nanya alesan kenapa, dengan menyebutkan alasan-alasan yang errrrr...sok tau tentang gw. Baru kenal lewat chat aja dia bisa ngejudge gw, apabila kenal beneran? ASTAGA, WORST DREAM EVER PUNYA TEMEN BEGITU.
Okay, gw ga mau bicara banyak tentang gw lebih lanjut dan nanya balik ke dia, "kenapa dia ga punya pacar" and he said "nobody FANCIES me" 

menurut gw, dia ngga jelek. Orang UK ini emang agak unik aja, rambutnya gondrong keriting sebahu, tinggi, dan kurus. Yah, tapi gw ngerti kenapa ngga ada yang fancy dia, 

OH MY GOD
kayak mimpi. ini orang sorrow banget parah. 

P.S:
apa yang gw lakukan setelah itu? diem dan mulai berpikir apa gw magnet orang-orang sorrow? okay, that's not the point.

still confused
OOOX


Wednesday, April 14, 2010

Who is The Most




Siapa yang lebih cocok memerankan karakter Kurt Cobain di Heavier Than Heaven Biopic?
a. Robert Pattinson
b. Jared Leto


Mari kita telaah jawabannya satu persatu, 

a. Robert Pattinson dengan Kurt Cobain



Menurut kacamata saya, ada sedikit kemiripan antara Kurt Cobain dengan Pobert Pattinson. Both of their chin are sharp. Dagunya punya tekstur keras yang sama. Cara senyum yang beda. Gaya baju yang beda. Daaannnnn.....latar belakang berbeda. Ahh Kurt Cobain siapa yang bisa menandingi birunya matamuu? Saya rasa jawabannya tak ada.


b. Jared Leto dan Kurt Cobain




Jared Leto memiliki warna rambut yang sama dengan Kurt Cobain tetapi berbeda jauh, yaah beda-beda tipis. Mungkin karena Jared memakai baju yang hampir mirip dengan Kurt Cobain, ada kelihatan persamaan. Saya rasa tidak ada. Mungkin cara tersenyum simpulnya yang sedikit sama. 
Ahhh saya rasa memang tidak ada yang bisa memerankan Kurt Cobain di Biopic. Tidak ada.


Huh. Rasanya saya keabisan ide dan kehilangan akal pikiran sebenarnya dimana kesamaan mereka semua dengan Kurt Cobain?
16 tahun lebih 4 hari sejak tanggal 8 April 1994. Ya, sejak anda, Kurt Cobain meninggalkan dunia ini. 
May you rest well!

P.S:
I LOVEEEEE YOU, KURT COBAIN

XOXOXO



F-airytale

Googling gambar tentang fairytale dan menemukan fairytale yang seperti ini









Tell me where is place to find the REAL fairytale?


Tuesday, April 13, 2010

She lives in a fairy tale
Somewhere too far for us to find
Forgotten the taste and smell
Of the world that she's left behind
*
Well you built up a world of magic
Because your real life is tragic

Yeah you built up a world of magic
(Brick by Boring Brick--Paramore)


(saya ingin sekali melihat langit sebiru ini dan pelangi seindah ini--saya akan tersenyum bahagia sekali menyadari saya masih hidup jika melihat ini semua di saat yang bersamaan)

Saya pernah mencoba membangun dunia khayalan saya. Saya sudah terlalu letih dengan semua penat, abu-abu, luka, dan ah segalanya. Namun, sekarang saya sadari, saya tidak bisa membangun dunia khayalan saya karena saya tidak punya cukup mimpi.
Sepertinya saya harus menabung dan menyisihkan mimpi dulu agar saya bisa membangun dunia khayalan saya. Dunia di mana tidak ada ketidakpastian. 
Saya bisa selamanya menjadi anak-anak. Saya tidak harus membuka mata dan tidak menatap fakta sebenarnya, tetapi saya rasa ada baiknya juga sesekali (atau pun sering kali) merasakan sakit dan pahit, toh itu dapat membuka mata saya dan belajar agar tidak terperosok ke dalam kesalahan yang sama.
Saya bisa berpura-pura menjadi anak kecil yang tidak tau apa-apa, tetapi saya juga bisa menjadi orang dewasa yang telah merasakan pahit ketirnya dunia. Tidak mudah memang. 

P.S:
Apa yang saya rasakan sekarang? Saya mau menjadi diri saya dalam memaknai hidup. Saya sudah letih menangisi hidup saya. Apa yang ada didepan mata, yah dijalani saja. Saya ingin lebih taat dalam beribadah supaya tidak merasakan banyak kehilangan..

XXXO

(500) Days of Summer Quotes

Tom: What happens when you fall in love? 
Summer: You believe in that? 
Tom: It's love, it's not Santa Claus. 

*

Rachel Hansen: Just because she likes the same bizzaro crap you do doesn't mean she's your soul mate. 

*

Summer: I woke up one morning and I just knew. 
Tom: Knew what? 
Summer: What I was never sure of with you. 

*


Quoted from IMDB.com

Friday, April 9, 2010

Phenomenal Biopic


Seharian kemarin gw uring-uringan setelah nonton Remember Me yang gw kira bagus. Ya, mungkin ekspetasi gw terlalu besar akan film itu. Okay, just forget the film, now focus on this case.

Biopic or biographical film adalah sebuah biografi yang dijadikan film (kayak kisah nyata). Dan ini merupakan salah satu ide bagus untuk mengenang orang-orang dan menjadikannya selalu abadi dihati kita dengan mengenang segala perjalanan hidup dia.

Tapi, biopic Kurt Cobain yang di ambil dari biografi yang ditulis Charles R Cross--Heavier Than Heaven ini merupakan salah satu fenomenal terbesar (in my opinion). 

Bukannya ngga mengizinkan Robert Pattinson memainkan peran Kurt Cobain, tapi liat deh, di mana kesamaannya? Gw suka mereka berdua, but it doesn't mean I'll like the biopic. Robert Pattinson more to vampire than genius musician-blue-eyed-man (Kurt Cobain)


Robert Pattinson image is more to a vampire hunk in twilight saga. I don't know why, but when I watch another film which played by him, I don't really like him. Now, I know, I just like Edward Cullen than Robert Pattinson himself. Rob emang punya hard-sharp chin kayak Kurt Cobain, tapiii.........

Mungkin gw terlalu kenakan, gara-gara suka bangetbangetbangetbanget sama Kurt Cobain, jadi ga mikir yang bagus dulu dan menolak mentah-mentah. Semoga gw bisa menerima ini pelan-pelan. Hopefully,

P.S:
I love you, Kurt Cobain

XXX






God, would you give us Kurt Cobain back? We'll happily trade You another artist. Please..







Sunday, April 4, 2010

#fiksi Tinta dan Kertas

Suatu hari di negeri antah berantah dimana manusia tidak bisa berbicara dan hanya benda yang berbicara, hiduplah sebuah Kertas dan Tinta yang selalu mengeluh dengan pola kerjanya. Mereka tinggal disebuah perpustakaan besar yang bernama Buku.

Entah karena sangat Tinta yang sangat perfeksionis atau karena Kertas yang hanya diam saja..
Tinta selalu saja mengatur jalannya cerita yang tertulis dikertas sampai kertas muak mendengar segala cemoohan Tinta tentangnya. 

Tak ada barang subtitusi lain untuk menulis. Hanya ada Tinta, tidak ada pensil atau pun pulpen. Tinta. Hanya Tinta. Itulah mengapa Tinta selalu sombong.
Tinta selalu bilang kertas tidak pernah sedikit pun membantu mewujudkan inspirasi. 
Tinta selalu bilang tanpa adanya tinta, Kertas bukan apa-apa. 
Tinta selalu bilang ia sumber perhatian dibidang tulis-menulis. 
Tinta selalu bilang ini dan itu, ia memojokkan kertas. 
Selalu.

Siapa saja bisa marah, begitu juga dengan Kertas. Ia pergi meninggalkan Tinta. Pergi meninggalkan Tinta dan tak akan pernah mau kembali untuk Tinta. 
*
Kertas pergi jauh meninggalkan Tinta. Sudah tiga hari Kertas berjalan melewati Buku dan belum menemukan jalan keluar. Setiap tempat yang Kertas lewati selalu membawa ia kembali kepada Tinta. Ingatan kepada Tinta lebih tepatnya. Saat Tinta sedih, tertawa, berlari, bahkan marah. Kertas sebenarnya masih bisa mengurungkan niatnya untuk pergi, tetapi ia tidak bisa menanggung rasa sakit ini lagi. "Ini demi kebaikan, Tinta juga" ujarnya sambil pergi.
"Kertas!" Kertas menoleh, selama nama itu masih miliknya, ia masih bisa menengok kapan saja bukan? Ternyata Paragraf yang ditulis diatas daun. "Aku mohon kamu kembali. Kamu bisa lihat jelas kan apa jadinya Tinta tanpa kamu? Aku. Aku aneh. Aku bahkan tak layak dipanggil dengan sebutan paragraf lagi,kamu pikir kita hidup dijaman batu. Di mana kertas belum ada? Ayolah ku mohon" pintanya. Kertas hanya tertegun melihat Paragraf dan berkata "tak usahlah kau minta aku kembali, toh Tinta masih bisa menulis di atas daun kan? Buat apa ada kertas. Dia sudah punya penggantinya kan?"

Kertas melanjutkan perjalanannya kembali dan mencari cara keluar dari perpustakaan ini. Semakin cepat keluar semakin ia berhasil melupakan Tinta dan kenangan-kenangan itu. Menggerutu adalah sebuah kegiatan yang telah ditinggalkan Kertas bertahun-tahun lalu, ia jarang sekali menggerutu. 
Setelah berjalan kurang lebih ke arah utara selama 8 hari, Kertas berhasil keluar dari Buku--deritanya. Diluar hujan dan Kertas tak tau yang harus ia lakukan. 

Tak lama, Kertas melihat Tinta berjalan dengan tutup setengah terbuka, "ia bisa kering" pekik Kertas dalam hati. Mungkin tak ada yang mengingatkan Tinta untuk menutup kemasan setelah menulis. Kertas yang biasa mengingatkan. Kertas tak mungkin berlari menembus hujan karena ia rapuh, namun tak mungkin juga ia terus berada didalam Buku, ia gengsi bertemu Tinta katanya. 

Egonya membumbung. Kertas berlari menembus hujan dan tidak selamat sampai ke sebrang. Apa gunanya secarik kertas yang telah basah? Mungkin bisa ditunggu sampai mengering, tetapi akankah penulis mau menulis di kertas yang telah mengeriting? 
Tinta? Ia mengering kehilangan Kertas. Inspirasinya selama ini memang hanya Kertas. Tinta tak akan bisa berbuat apa-apa tanpa ada Kertas. Tak ada yang ditulis berarti mengering. Tinta bukan apa-apa tanpa Kertas. Bukan apa-apa. tinta tanpa kertas bukan apa-apa. 

P.S:
Jika Tinta tanpa Kertas bukan apa-apa, aku akan menjadi apa walaupun tanpa kamu.

XXX