Tuesday, March 30, 2010

Ayah dan Ibu saya

Sebenarnya saya tidak mau bercerita masalah ini (saya bahkan benci untuk memulai cerita ini--hanya membuka luka saya saja), tapi saya akan bercerita secara singkat untuk memberitahu apa yang sebenarnya ada dalam hidup saya. 

Saya membenci hidup saya, bukan karna apa-apa. Terus terang saya adalah seorang yang keinginannya hampir selalu dipenuhi. Orang-orang hampir tidak bisa menemukan alasan mengapa saya membenci hidup.

Saya tidak membutuhkan barang-barang mahal dan serba mewah, saya juga tidak membutuhkan apapun yang dengan senang-hati-ayah-berikan-kepada-saya. Saya hanya membutuhkan peranan ayah saya. Di sisi saya. Ada saat di mana saya SANGAT memerlukan beliau. Saya tidak bisa merasakan perhatian yang ayah saya berikan. Entah mengapa. Kalian bisa mengatakan saya buta dan bodoh karena saya tidak bisa merasakan kasih sayang yang ayah saya berikan. Apa kasih sayang diukur dengan harta? Saya rasa tidak.

Saya bahkan tidak bisa merasakan perhatian yang beliau berikan walaupun hanya sedikit.


P.S:
Ayah, saya tegaskan kepada anda, ibu akan selalu bisa merangkap dua peran, menjadi ayah dan ibu, tetapi ayah, anda tidak akan pernah bisa merangkap peran menjadi ibu.


tidak-tau-mau-memberi-salam-apa

No comments:

Post a Comment