Showing posts with label psych. Show all posts
Showing posts with label psych. Show all posts

Monday, September 6, 2010

Daebak!

Ngerjain tugas Sungai Kehidupan itu sangat emosional yah ternyata. 
Oh iya, bagi yang belum tau sungai kehidupan itu apa, Sungai Kehidupan itu perjalanan kehidupan kita dari umur 0-18 tahun (in my case) tugas ini bagus loh buat tuntasin semua masalah yang masih berasa efek sakitnya (dan tentu aja tanpa kita sadari, kita nulis hal yang paling ninggalin kenangan baik maupun buruk sekalipun)

Percaya ngga percaya, emosi di sungai kehidupan saya menimbulkan banyak tangisan, terlalu emosional soalnya. Saya tulis semua hal yang belum tuntas di masa lalu, ya semuanya. Makannya saya sangat mengantisipasi tugas sungai kehidupan ini. Setelah mengerjakan tugas ini saya merasa lebih baik, lebih bisa diterima lingkungan, bisa lebih menerima kejadian lampau yang dulu. Saya pikir ini tugas Sungai Kehidupan ini bisa membuat siapa saja jadi lebih menerima dan lebih memaafkan.

Entah..
Saya merasa beban saya lebih ringan dan merasa semua berjalan dengan baik. Sungai Kehidupan ini bisa jadi ajang mengevaluasi diri di masa lalu juga, mencari hal yang salah dan berusaha agar tidak mengulanginya dimasa depan.

IN SHORT,
saya merasa bisa lebih jujur kepada diri saya. 

p.s:
jangan kaget apabila kalian berubah jadi cengeng saat menulis sungai kehidupan, tugas itu dirancang memang untuk membuat kalian menangis :D

KISSHUG

Saturday, May 8, 2010

I LOVE TODAY

Hari ini, saya berhasil diterima di Fakultas idaman saya. 
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. 

Saya berhasil mengalahan ribuan (bahkan mungkin puluh ribuan calon mahasiswa baru di UI), saya 1 dari 6233 mahasiswa yang berhasil lulus Simak UI, dan 1 dari 122 calon mahasiswa Psikologi kelas Reguler.





Ah terima kasih ya Allah,


P.S:
tujuan selanjutnya, menerbitkan buku :D

XXXO

Friday, April 9, 2010

Phenomenal Biopic


Seharian kemarin gw uring-uringan setelah nonton Remember Me yang gw kira bagus. Ya, mungkin ekspetasi gw terlalu besar akan film itu. Okay, just forget the film, now focus on this case.

Biopic or biographical film adalah sebuah biografi yang dijadikan film (kayak kisah nyata). Dan ini merupakan salah satu ide bagus untuk mengenang orang-orang dan menjadikannya selalu abadi dihati kita dengan mengenang segala perjalanan hidup dia.

Tapi, biopic Kurt Cobain yang di ambil dari biografi yang ditulis Charles R Cross--Heavier Than Heaven ini merupakan salah satu fenomenal terbesar (in my opinion). 

Bukannya ngga mengizinkan Robert Pattinson memainkan peran Kurt Cobain, tapi liat deh, di mana kesamaannya? Gw suka mereka berdua, but it doesn't mean I'll like the biopic. Robert Pattinson more to vampire than genius musician-blue-eyed-man (Kurt Cobain)


Robert Pattinson image is more to a vampire hunk in twilight saga. I don't know why, but when I watch another film which played by him, I don't really like him. Now, I know, I just like Edward Cullen than Robert Pattinson himself. Rob emang punya hard-sharp chin kayak Kurt Cobain, tapiii.........

Mungkin gw terlalu kenakan, gara-gara suka bangetbangetbangetbanget sama Kurt Cobain, jadi ga mikir yang bagus dulu dan menolak mentah-mentah. Semoga gw bisa menerima ini pelan-pelan. Hopefully,

P.S:
I love you, Kurt Cobain

XXX






God, would you give us Kurt Cobain back? We'll happily trade You another artist. Please..







Wednesday, January 6, 2010

Psikologi dan Cabang Ilmu Lain


Lagi melow-melow sama itunes di kamar, tba-tiba gw mengingat sesuatu kata-kata yang penting. Psikologi berkaitan dengan segala aspek cabang bidang ilmu.

Awalnya gw juga ngga percaya. Tapi setelah dipikir-pikir, ternyata emang bener..

1. Psikologi dan Seni Peran --> Empati.
Kenapa empati? Jawabannya adalah "Agar kita dapat merasakan perasaan sesungguhnya saat role-playing--yang intinya berusaha mengerti posisi orang lain yang tertimpa "kasus"(<-- situasi) tersebut. Sama dengan Psikologi yang mengajak orang-orang untuk berusaha empati. Empati berarti menempatkan posisi kita pada posisi orang lain dari situ kita mengerti adanya peran emosi, mengerti perasaan, dan kita akan pun akan 'kaya' akan beragam perasaan. Jadi, seni perannya terlihat lebih natural.

2. Psikologi dan Ekonomi --> Teori Perilaku Konsumen dan Produsen
Kenapa teori perilaku produsen dan konsumen? pasti sebagai produsen atau konsumen, kadang-kadang kita merasa harus egois (dengan pengorbanan sekecil-kecilnya harus mendapat untung yang sebesar-besarnya, sesuai dengan prinsip ekonomi). Nah sifat egois ini yang jadi tolok ukur bahwa sifat manusia, selalu mngusahakan apapun yang terbaik untuk dirinya (dan sekelilingnya)

3. Psikologi dan Sastra --> Puisi dan karya sastra lainnya.
Sebagai orang yang berkuliah di jurusan kesusastraan (jangankan di jurusan sastra deh, sebelum gw kuliah dan masih SMP, gw juga udah sadar akan hal ini), gw menyadari banget kalo puisi dan teman-temannya (prosa dan drama) juga bagian dari Psikologi. Bisa dari ungkapan hati dan pengalaman pribadi (yang berarti memiliki emosi tersendiri). Nah, karena adanya hal itulah, karya sastra dan nonsastra punya perbedaan.

Sebagai contoh, coba baca artikel ini deh:
a. karya nonsastra
Pregnancy is consist of three periods, each of about three months. In the first week of pregnancy, the morning sickness occurs in about seventy percent of all pregnant women during this period
-wikipedia
b. karya sastra
Metaphors
I'm a riddle in nine syllables
An elephant, a ponderous home
A melon strolling on two tendrils
O red fruit, ivory, fine timbers!
This loaf's big with its yeasty rising
Money's new-minted in this fat purse
I'm a means, a stage, a cow in calf
I've eaten a bag of green apples
Boarded the train there's no getting off

--Sylvia Plath
Keliatan ngga perbedaannya? Perbedaannya jelas ada di pemilihan kata-kata, kalosastra kata-katanya lebih menggunakan kata-kata kiasan untuk menggambarkan maksud si penulis, sedangkan karya nonsastra lebih mengacu kepada kata-kata ilmiah dan jarang menggunakan kata-kata kiasan.
Dua karya di atas, memiliki tujuan yang sama, yaitu tentang rasanya menjadi wanita hamil, namun dilukiskan dengan cara yang berbeda. Disitulah peran emosi.Emosi digunakan untuk melengkapi sastra.

Menurut gw yang ke empat adalah yang paling menarik..

4. Psikologi dan Fisika --> entah hukum Archimedes atau hukum Newton II (gw bukan anak ipa, tetapi gw masih mau nanya-nanya :p)

Versi Kakak (anak psikologi UI) dan Wulan (anak pertanian UGM, yang cinta fisika dibandingkan kimia): Hukum Archimedes
Kalau suatu benda dicelupkan ke dalam suatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang terdesak oleh benda tersebut.
Versi Joy: Hukum Newton II
Dua benda saling tarik-menarik dengan suatu gaya yang sebanding-selaras dengan massa-massa dari kedua benda tersebut dan sebanding-balik dengan kuadrat dari jarak antara kedua benda itu.
(gw pilih yang mana? gw suka kedua versinya, tapi intinya bukan di bunyi hukumnya, intinya ada di pernyataan ini)

Bola plastik yang ditekan masuk ke dalam air dengan gaya x, akan kembali ke permukaan dengan kekuataan gaya yang sama

Ibaratnya sama psikologi:
Bola plastik adalah emosi atau perasaan dan air adalah medium buat nyembunyiin emosi. Semakin kuat gw menekan emosi kebawah (atau gw pendam), semakin kuat juga emosinya naik ke permukaan (luapan emosi dan marah).

Bener kan, Psikologi punya hubungan erat sama bidang ilmu lain. Fakta menarik tentang psikologi lainnya, psikologi dan filsafat berhubungan erat banget juga loh. Paling erat hubungannya (ibaratnya psikologi anaknya filsafat).

Jujur, begitu tau fakta ini, gw tambah tertarik dengan Psikologi.

P.S:
Gw masih penasaran sama hubungan Psikologi dengan MTK, Kimia, dan Biologi. Mungkin akan gw cari tau di lain waktu

XOXO

Saturday, January 2, 2010

Kurt Cobain


*back sound: Polly--Nirvana

Liburan yang panjang membuat gw untuk tetap konsisten baca ulang buku-buku gw. Ehehe, buku novel-novel dan biografi sih. Pilihan gw jatuh pada "Heavier than Heaven" (Biografinya Kurt Cobain). Dan gw memutuskan untuk menulis sebuah post tentang Kurt Cobain.

*
Gw sangat jatuh cinta dengan karakter suara Kurt pas gw denger lagu About a Girl. Lagu yang pertama gw denger dari Nirvana. Waktu itu gw cuma lagi iseng browsing tentang Nirvana dan menemukan lagu ini. Jadilah gw download.
Oke cukup pengenalan gw (akan jatuh cinta sama Kurt Cobain dan Nirvana)
*

Kurt Donald Cobain lahir di Abeerden, Washington, 20 Februari 1967 (kalo Kurt masih hidup, sekarang dia seumuran sama nyokap gw). Gw suka bagaimana cara dia bernyanyi, cara dia mencurahkan semua perasaannya ke dalam lagu, dan juga karakter suaranya. Biografi Heavier than Heaven yang di tulis Charles R Cross ini seolah-olah membangkitkan kenangan tentang Kurt Cobain

.
(Kurt dan gitarnya, ibarat jiwa dan raga)



(mata birunya berbicara sesuatu)



(liat deh mata birunya. matanya ngga pernah bisa bohong)


Coba deh perhatiin dengan seksama, matanya Kurt Cobain kayak menyimpan sesuatu di foto ini. Entah apa, mungkin luka. Atau gw yang sotoy? Tapi matanya emang nyimpan sesuatu. Entah apa. Apa dia juga berusaha nyembunyiin hal itu? (Oke gw tau, gw mulai sotoy)


Hal yang mengejutkan gw temukan di artikel klik disini 

Artikel itu menceritakan bahwa sebenarnya Kurt Cobain ngga bunuh diri, melainkan di bunuh. Hal ini tambah memancing pertanyaan gw, "siapa yang membunuh Kurt?" 

Ada dua kemungkinan:
1. Artikel itu dari seseorang yang punya perspektif berbeda dan ngeliat masalah dari sisi orang ketiga.
2. Bukti otentik yang ditunjukan menyatakan bahwa Kurt memang di bunuh.

Sempet ngga percaya juga gw, pas googling dan nemu artikel kayak gitu. Tapi artikel itu membuktikan bahwa emang masih banyak orang peduli sama Kurt Cobain.

Kurt Cobain seorang rockstar yang tidak berjiwa rockstar (in this case, bahkan dia pernah berjalan kaki ke acara manggungnya. Apa ada rockstar yang mau kayak gitu?)
Kurt Cobain seperti seorang poet yang bisa menumpahkan apa yang dirasakan kedalam lagu
Kurt Cobain seorang yang memiliki kacamata sendiri tentang hidup


P.S:
Kurt Cobain, mungkin saya bukan seorang fans nomor satu di bandingkan dengan seluruh fans-fans anda yang ada di dunia, namun saya punya seribu peduli yang akan saya ungkapkan apabila anda masih ada di Bumi.

XOXO

Wednesday, December 16, 2009

Sybil, a person who have 16 multiple personalities

Huffh..

Udah lama ngga nulis blog dan sepertinya postingan blog hari ini akan sedikit serius. Tadi pulang dari starbucking sama purez, gw langsung pulang ke rumah. Pegel-pegel, makan, dan solat. Setelah itu, gw langsung minum teh dan texting with nenet (talks about your pekasus final project).
Pas gw lagi asik ngelanjutin blog tentang foto, ade gw masuk kamar dengan tergesa-gesa. (menyarankan gw untuk nonton Sybil). Gw ngga tau tentang apa film itu, ade gw bercerita panjang lebar and I begin to cry. Gw googling Sybil dan ngebuka youtube. Gw mulai agak stres dengan ngebuka thriller-nya Sybil. 
Sybil ini film remake dari tahun 1967 (atau 1976 yah?). Sybil Dorsett adalah seorang anak kecil yang tumbuh dalam keluarga yang abusive. Dia tumbuh menjadi seseorang yang mengidap Dissosiative Identity Disorder (DID) as a result of psychological trauma she suffered as a child.
Film ini diambil dari kisah nyata dan sebelumnya pernah ada bukunya ditulis oleh Flora Rheta Schreiber. Seolah-olah hidup. Padahal gw baru tonton versi remakenya, itu pun baru 7 menit. Tapi upload-annya bermakna banget. Tiap adegannya punya sisi khusus, tiap dialognya di ketik sempurna (di thriller), back soundnya cukup menggambarkan gimana posisi Sybil Dorsett saat itu.
Film ini ngebuka mata gw bahwa apapun yang bisa ngebuat kita tertekan, gelisah, dan kesakitan luar biasa bisa menjadi satu penyakit baru. Penyakit baru yang lebih parah dari yang kita pernah bayangkan. 16 Kepribadian hinggap di tubuh Sybil. 16 Kepribadian. Dua atau pun tiga kepribadian ngga pernah terbayangkan sama gw, apalagi 16 kepribadian? 16 kepribadian dengan usia dan tingkah laku yang berbeda-beda. Sybil.

Satu hal yang mengganggu pikiran gw.
Apa luka yang Sybil rasa dulu udah membekas permanen?